Beranda | Artikel
Heraklius Mengakui Islam Itu Benar, Lalu Mengapa Ia Tidak Masuk Islam? – Syaikh Saad Al-Khatslan
9 jam lalu

Heraklius, melalui dialog yang terjadi antara dirinya dan Abu Sufyan, menjadi yakin bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Rasulullah, dan risalah yang beliau bawa adalah agama yang benar, serta agama Islam ini kelak akan menang. Oleh sebab itu, ia berkata, “Ia (Muhammad) akan menguasai tempat kedua kakiku berpijak ini.” Heraklius pun ingin masuk Islam.

Namun, dalam dirinya terjadi pertentangan antara urusan dunia dan akhirat. Jika ia masuk Islam, bangsa Romawi tidak akan membiarkannya tetap menjadi raja. Maka ia pun menawarkan kepada mereka agar masuk Islam bersama-sama, dengan syarat ia tetap memegang kekuasaan. Akan tetapi, mereka tidak menerima tawaran tersebut dan segera berpaling darinya. Akhirnya, Heraklius lebih memilih dunia daripada akhirat. Heraklius pun tetap berada di atas tahtanya, dan tidak masuk Islam.

Subhanallah, ia tidak diberi taufik. Padahal ia mengetahui kebenaran, tapi tidak mendapat taufik untuk meraih hidayah. Bahkan, ia memiliki akal, ilmu, dan sikap tenang (hilm). Namun, ia lebih memilih dunia daripada akhirat. Sebab, secara nyata, konsekuensi keimanannya adalah ia tidak akan lagi menjadi raja Romawi. Sedangkan kekuasaan itu memabukkan, tidak akan dapat ditinggalkan dengan mudah. “Engkau (Allah) memberi kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki, dan mencabutnya dari siapa yang Engkau kehendaki…” (QS. Ali Imran: 26) Maka Heraklius pun memilih dunia daripada akhirat.

======

هِرَقْلُ يَعْنِى بِهَذِه الْمُحَاوَرَةِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَبِي سُفْيَانَ تَيَقَّنَ بِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ وَأَنَّ مَا جَاءَ بِهِ هُوَ الدِّيْنُ الْحَقُّ وَأَنَّ هَذَا الدِّيْنَ سَيَظْهَرُ وَلِذَلِكَ قَالَ سَيَمْلِكُ مَوْضِعَ قَدَمَيَّ هَاتَيْنِ وَأَرَادَ أَنْ يُسْلِمَ

لَكِنْ تَعَارَضَ عِنْدَهُ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنْ أَسْلَمَ لَنْ تَتْرُكَهُ الرُّومُ مَلِكًا فَعَرَضَ عَلَيْهِمْ أَنْ يُسْلِمُوا وَأَنْ يَبْقَى هُوَ مَلِكٌ مَا تَقَبَّلُوا الْأَمْرَ حَاصُوْا حَيْصَةً فَآثَرَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَرَضِيَ بِأَنْ يَبْقَى عَلَى مُلْكِهِ وَلَمْ يُسْلِمْ

سُبْحَانَ اللَّهِ لَمْ يُوَفَّقْ مَعَ عِلْمِهِ بِالْحَقِّ إِلَى أَنَّهُ لَمْ يُوَفَّقْ لِلْهُدَى وَإِلَّا عِنْدَهُ عَقْلٌ وَعِلْمٌ وَحِلْمٌ لَكِنَّهُ آثَرَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ لَكِنْ طَبْعًا سَيَتَرَتَّبُ عَلَى هَذَا أَنَّهُ لَنْ يَسْتَمِرَّ مَلِكًا لِلرُّومِ وَالْمُلْكُ لَهُ سَكْرَةٌ لَا يُمْكِنُ أَنْ يَتْرُكَهَا بِسُهُولَةٍ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ فَآثَرَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ


Artikel asli: https://nasehat.net/heraklius-mengakui-islam-itu-benar-lalu-mengapa-ia-tidak-masuk-islam-syaikh-saad-al-khatslan/